Perilaku Sosial Anak

Bermain

Tkit Al Fath; Bermain adalah pekerjaan anak-anak dan mainan adalah alatnya. Kebutuhan bermain mereka sebesar kebutuhan terhadap makanan, kehangatan dan cinta, untuk menambah pemahaman mereka atas alam dan sekitarnya. Bermain adalah perangsang anak untuk menyelidiki dunianya, dan selain melengkapi anak dengan berbagai mainan dan kegiatan, perlu juga tersedia tempat untuk menikmatinya.

Anak-anak memerlukan tempat terbuka atau sudut yang tenang untuk bermain, berpikir dan berkhayal. Terlalu banyak mainan dan kegiatan malah akan merampas kesempatan mereka untuk sejenak memusatkan perhatian pada satu benda. Berilah mereka ruang secukupnya agar mereka dapat benar-benar larut dalam membuat istana tanah liat ataupun menyikat gigi boneka beruang, misalnya.

Jika bermain akan mendidik anak tentang dunianya, maka berteman sekaligus bermain dengan anak lain akan melatih mereka menyesuaikan diri. Kesadaran atas adanya pribadi lain adalah langkah awal dalam memahami kebutuhan orang lain. Anak yang tak mengalami ini mungkin kelak akan sulit untuk berhubungan dengan orang lain dan mungkin akan menjadi pemalu dan penyendiri. Ada anak yang memang enggan meninggalkan ibunya untuk mencari teman baru. Untuk mereka mungkin perlu diberi anjuran, tanpa harus memaksanya.

Berbagi

Anak di bawah 3 tahun yang baru belajar berjalan mungkin tidak selalu bermain bersama secara rukun, namun mereka akan mulai belajar toleransi dan bekerja sama. Inilah yang terpenting dalam hidup, yaitu mengenal ‘aturan permainan’. Hasilnya bisa terlihat begitu seorang anak mulai berbagi mainan tidak hanya untuk dirinya sendiri. Permainan kemudian akan menjadi suatu kerja sama yang lengkap dengan aturan dan saling menghormati.

Disiplin

Orang tua yang perasa akan menekankan disiplin, dalam arti lebih mendidik daripada menghukum, dan mengajar anak menyesuaikan diri terhadap orang lain. Dalam hal ini orang tua menggunakan disiplin untuk menjelaskan perilaku yang bisa diterima maupun yang tidak, yang memungkinkan si anak bisa bahagia berkawan dengan yang lain. Anak yang sehat secara sosial, akan belajar berbagi kesenangan dan lebih bisa membujuk tanpa memaksa. Anak yang bisa memberi perhatian yang sama pada anak lain, tidak akan pernah kekurangan teman. Anak yang orang tuanya membebaskannya berkhayal, akan bisa mengekspresikan dirinya sendiri, yang berarti tak hanya berbagi mainan tetap juga pengalaman hidup.

Advertisements

One thought on “Perilaku Sosial Anak

  1. Pingback: Festival Al Fath |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s